Informasi & Tutorial


Kamis, 05 Oktober 2023

Cara meningkatkan Performa Windows 7, 8, 10 dan 11

| Kamis, 05 Oktober 2023

 


Jika PC Sistem Operasi Windows kamu berjalan lambat, cara berikut mungkin dapat membantu kamu mempercepatnya, mari kita mulai :

1. Gunakan Power Plan yang tepat.

Microsoft Windows menyediakan power plan yang merupakan kombinasi pengaturan yang mengatur PC Windows, jika kamu ingin meningkatkan performa kamu bisa pilih “High performance” untuk kinerja Windows yang baik. Berikut caranya:

  1. tekan windows ketik power & sleep settings kemudian enter.

    .
  2. pilih Additional power settings.

  3. maka akan muncul menu Power Options, kemudian pilih High performance.

2. Matikan Visual Efek

Windows hadir dengan banyak fitur visual effects, fitur ini tersedia mulai versi Windows 7 ke atas tujuannya agar tampilannya lebih menarik dilihat. Namun, visual effects ini bisa memperlambat kinerja Windows, utamanya bila PC yang digunakan peranti kerasnya sudah cukup lawas atau lebih dari itu. Kamu bisa mematikan visual effects yang dimaksud untuk mempercepat kinerja Windows. Caranya adalah seperti berikut:

  1. Tekan Windows, ketik system kemudian Enter.
  2. Pilih Advanced system settings.
  3. Pilih Tab Advanced, pada baris Performance pilih Settings.
  4. Pada Tab Visual Effects, pilih Adjust for best performance kemudian pilih Apply dan Ok.


3. Atur aplikasi yang terbuka otomatis saat startup

 

Ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatur aplikasi yang terbuka saat startup Windows berlangsung, mulai dengan mengatur lewat Task Manager, hingga mengubah dengan msconfig. Meskipun saya menggunakan Windows 10 sebagai bahan untuk penjelasannya, akan tetapi metode ini juga dapat Anda terapkan pada sistem operasi Windows 7, 8 ataupun 11. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti. 

  1. Melalui Task Manager, Pertama, klik kanan pada Taskbar Windows » pilih Task Manager,  atau tekan Tombol Ctrl + Shift + Esc secara bersamaan.
  2. Berikutnya klik tab startup » klik kanan pada program startup yang dipilih » pilih Disable / Enable.
  3. Setelah itu, restart perangkat untuk melihat perubahannya.
  4. Selesai.
     
    Jika dilihat dari gambar yang tampil di atas, kamu akan menemukan keterangan “Start-up impact” yang berbeda – beda di setiap program startup. Dalam hal ini, Kamu dapat melihat besaran Resources yang digunakan ketika perangkat dinyalakan. Berikut arti dari beberapa kategori dalam Startup-up impact

    InfoKeterangan
    High impactProgram menggunakan resource disk I/O lebih dari 3 MB atau waktu lebih dari 1 detik CPU time.
    Medium impactProgram menggunakan resource disk I/O antara 300 KB – 3 MB atau waktu antara 300 ms – 1 detik CPU time.
    Low impactProgram menggunakan resource disk I/O kurang dari 300 KB atau waktu kurang dari 300 ms CPU time.
    Not measuredSistem belum bisa memberikan penilaian, karena program belum digunakan.
    NoneProgram tidak dijalankan / kondisi Disable.
     

4. Cara Defragment & Optimize Drives

Fungsi defragment pada Hard Disk Drive (HDD) membantu komputer kamu lebih cepat mengakses file yang diminta. Defrag Drive Windows bisa dengan memanfaatkan tools bawaan tanpa harus menggunakan Software defrag pihak ketiga.

Sebagai informasi, kewajiban Defrag hanya berlaku pada Hard Disk Drive (HDD).

Media penyimpanan seperti Solid State Drive (SSD) memiliki mekanisme kerja yang berbeda dengan HDD, sehingga Defrag tidak diperlukan dan hanya perlu Optimize saja. Berikut cara Defrag HDD di Windows :

  1. Buka Windows Explorer (My Computer). Lalu klik kanan pada Local Disk (C:) kemudian pilih Properties.
  2. Lalu pilih Tab Tools dan klik Optimize.

  3. Pilih partisi Drives yang ingin kamu Defrag (boleh semua atau individu) lalu klik Analyze atau Analyze all. Proses ini hanya memakan waktu beberapa menit saja.

  4. Setelah selesai, tinggal lakukan Optimize all untuk memulai proses Defrag. Lamanya defrag biasanya hingga berjam-jam, tergantung dari tingkat fragmentasi sebuah Drive.

  5. Jika partisi Hard Disk yang di-Defrag memperlihatkan 0% fragmented, itu berarti defragment sudah selesai dan kamu boleh menutupnya.

5. Menghapus Temporary File

  1. Temporary files atau berkas-berkas sementara yang sudah tidak digunakan juga perlu dibersihkan secara mendalam. Caranya: Klik [Start] > [Settings] > [System] > [Storage] > [Temporary files] > pilih file atau beberapa file yang sudah tidak digunakan dan aman untuk dihapus > [Remove Files]. 


  2. Cara selanjutnya untuk menghapus Temporary files yaitu dengan cara Klik [Start] > ketik %Temp% kemudian Enter,  lalu hapus semua file yang berada di dalam folder Temp.


6. Menghapus "Quick Access" di Windows 10

Jika kamu adalah pengguna Windows 10, maka kamu akan melihat fitur baru di File Explorer yang bernama Quick Access. Ini adalah fitur untuk melihat file yang sebelumnya pernah kamu buka. Kemudian akan menjadi daftar yang banyak. Secara sederhana, kita dapat menghapusnya dengan mengklik-kanan semua file pada Quick Access dan memilih “Remove from Quick Access”. Tapi cara tersebut akan merepotkan karena menghapus satu per satu. berikut ini adalah cara menghapus daftar Quick Access secara keseluruhan :

  1. Buka File Explorer. Klik-kanan Quick Access > Options.

  2. Pada bagian “Privacy”, klik “Clear” untuk membersihkan history dari File Explorer, termasuk pada Quick Access.

  3. Selesai.

7. Upgrade RAM (Random Access Memory)

Langkah yang copat untuk memperbaiki kecepatan dan performa PC kamu adalah dengan mengupgrade RAM, yang akan meningkatkan jumlah memori di PC kamu. Untuk Windows 10 memerlukan minimum 4GB RAM untuk bekerja dengan lancar. Jika kamu menggunakan PC untuk beban kerja sistem yang berat seperti bermain Game dan produksi media, kamu akan lebih diuntungkan jika memiliki memori lebih banyak.

Meningkatkan RAM kamu akan sangat baik dalam meningkatkan kecepatan performa PC. Untuk memeriksa jenis RAM yang dibutuhkan PC kamu, silahkan buka Task Manager dengan menekan (Ctrl + Alt + Delete), kemudian klik "Performance > Memory" kamu akan melihat berapa banyak slot memori yang tersedia di PC begitu juga jenis RAM yang kamu gunakan seperti DDR4 atau bisa juga dengan menggunakan Aplikasi pihak ketiga CPU Z.


8. Hapus file Sampah menggunakan Disk Cleanup

Disk Cleanup adalah sebuah fitur yang berfungsi untuk membersihkan file sampah pada sistem operasi Windows. Program PC Cleaner ini usianya sudah sangat tua, pertama kali masuk ke sistem operasi Windows sejak versi Windows 98 dan tetap menjadi program bawaan pada versi selanjutnya termasuk Windows 7, 8, dan 10.

Meskipun bisa dibilang program ini adalah program jadul dan keberadaannya seringkali tidak dihiraukan, tapi dari segi fungsinya Disk Cleanup sangat efektif untuk membersihkan berbagai jenis file sampah seperti temporary files, cache, logs, history files, browser junk, dan berbagai jenis file yang sudah tidak dibutuhkan lainnya. Cara menggunakannya sebagai berikut :

  1. Buka Control Panel > Administrative Tools.

  2. Pilih Disk Cleanup.

  3. Selanjutnya jendela Disk Cleanup akan terbuka, centang pada jenis file sampah apa saja yang ingin dibersihkan.

  4. Kemudian pilih Clean up file system pilih OK.
  5. Selesai.

 

9. Mematikan Tips Tricks Suggestion

Fitur Tips Tricks Suggestion ini semacam notifikasi saran dari Windows 10 berupa notifikasi popup. Nantinya, pengguna akan mendapatkan notifikasi saran apa saja yang perlu dilakukan pada laptop. Namun, fitur ini juga bisa mempengaruhi performa pada perangkat dan membuatnya menjadi lemot / lag. Kamu bisa menonaktifkan fitur ini dengan cara sebagai berikut :

  1. Tekan tombol Windows pilih Settings (ikon gerigi).


  2. Pilih System.

  3. Pilih menu Notifications & actions.

  4. Pada opsi Get Get notifications from apps and other senders, hapus centangnya untuk menonaktifkan fitur tersebut.

  5. Selesai

 10. Beralih ke SSD

Jika kamu masih menggunakan Hardisk kamu bisa upgrade menggunakan SSD, Mungkin kamu sudah tahu jika SSD (Solid State Drive) mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan Hardisk biasa pada umumnya. Oleh sebab itu kamu dapat mempercepat kinerja PC atau laptop dengan melakukan upgrade storage ke SSD. Selain itu bisa dibilang perangkat yang menggunakan SSD tentu akan lebih awet ketika digunakan.

Untuk kisaran harga SSD, kamu tidak perlu terlalu khawatir, sebab harganya sangat beragam dan bergantung pada kapasitasnya. Jadi kamu dapat menyesuaikan dengan budget yang dimiliki. 

Itulah beberapa cara mempercepat Windows yang dapat kamu lakukan dengan mudah. Namun, jika ingin mempercepat PC atau laptop Windows yang lebih mudah adalah mengganti HDD ke SSD bisa menjadi solusi terbaik kamu. Selamat mencoba ya.


Baca juga : mengenal CMD (Command Prompt) dan fungsi serta perintah-perintahnya

                    Tutorial Cara Blur Chat Di WhatsApp Web (Mozilla Firefox)


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar